Tantangan 30 buku 6 bulan

•December 23, 2015 • 1 Comment

Terkadang kita perlu sebuah tantangan yang kita ciptakan sendiri

bukubuku

Bagi sebagian orang mungkin bukanlah suatu tantangan, terutama bagi mahasiswa yang mau tidak mau itu merupakan tuntutan studi untuk 1 semester, bahkan bisa lebih dari itu. Tapi bagi saya, yang bukan lagi mahasiswa, hanya pekerja biasa dengan rutinitas yang biasa juga, 30 buku dalam 6 bulan cukuplah menantang.

Kenapa 30 buku dalam 6 bulan? target yang realistis untuk dicapai, dengan menghitung jumlah minggu dalam 6 bulan, yaitu 24 minggu, sehingga dapat memungkinkan minimal 1 minggu 1 buku, ditambah usaha untuk memenuhi 6 buku lagi. hehehe

Aturan mainnya cukup sederhana:

  1. Buku yang dibaca tidak dibatasi genre. (ilmiah, sosial, agama, novel, komik, dll)
  2. Buku yang telah dibaca, harus dibuat sinopsis/ulasan/review/komentar, dan terposting di blog!

Artinya, 30 buku 6 bulan adalah 30 ulasan dari 30 buku dalam 6 bulan.

Membaca dan menulis adalah tantangan sesungguhnya.

Yuk?

(23 Desember 2015 – 23 Juni 2016)

satu alasan untuk ngehack email orang lain

•July 26, 2011 • Leave a Comment

Diawali dengan obrolan tentang rencana pertemuan dengan seorang teman (i call him capung, and he calls me capung also). Obrolan tentang pertemuan besok belum juga selesai tiba-tiba ada pertanyaan “pung, gimana caranya ngehack email yahoo??” nah loh bingung?! gimana caranya coba? email sendiri aja pernah lupa password sampe akhirnya harus ganti email baru, apalagi ngehack email orang?! Tapi karena pengalaman itu juga bertuang ide cara yang mungkin bisa dicoba untuk masuk email yahoo orang lain. Caranya yaitu dengan berpura-pura lupa password. Dari situ nanti bakalan muncul pertanyaan yang harus dijawab dengan benar. Kalo jawabannya benar, berarti beruntung dan bisa masuk ke email itu, tapi kalo salah, ya nasib.. hehe. (Kalo berdasarkan pengalaman, sesi pertanyaan ini lah yang ga pernah bisa dijawab dengan benar, padahal pertanyaannya dibuat sendiri– curhat hehe). Dan ternyata ide itu diterima dan dilakuin sama dia because he thinks that he knows her fairly well, so he can answer the question.

Setelah beberapa lama, dia memberi kabar bahwa dia menyerah karena ternyata meminta alternatif email untuk dikirim password yang baru, itu artinya untuk masuk ke email alternatif itu juga bakal ditanya password yang dia juga ga tau apa. (Mmmh..good point, I’ll do the same thing toput in my another email, so I don’t need to remember the answer from my silly question :p).

Cerita pun berlanjut, dia bilang bahwa email yang ingin dia hack adalah email pacarnya. Dengan alasan, dia ngerasa bersalah karena telah melakukan sesuatu yang dia tidak tau yang membuat si pacar berubah sikap. Jadi dia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dengan cara masuk ke email si pacar.

? is it necessary.

 

Memilih Euthanasia Tidak!

•May 21, 2011 • 2 Comments

Hari ini, tepat 13 hari sudah beliau menderita terbaring di rumah sakit, mungkin itu belum seberapa dibandingkan perjalanan hidup beliau selama 86 tahun di dunia ini. Penderitaan yang tak kunjung usai, dimana satu persatu orang terkasih mendahuluinya, yang tersisa hanya anak dan cucu untuk menghabiskan umurnya.

Sosoknya yang pendiam tidak lagi terlihat 3 hari terakhir berganti dengan celoteh-celoteh yang tidak dimengerti oleh semua orang kecuali dirinya sendiri, yang dilakukannya dengan menggerakkan ke dua tangannya sekuat tenaga seakan-akan melakukan sesuatu, sesuatu yang dahulu kala pernah dilakukannya, yang juga tidak kita mengerti, yang terkadang menyakiti dirinya sendiri, yang dilakukannya tanpa tidur sedetikpun meskipun obat penenang maupun obat tidur sudah diberikan. Entah lah mungkin, beliau sendiri tidak menyadarinya.

Ini penderitaan bagi yang melihatnya. Sehingga terpikir untuk harus segera diakhiri agar tidak terus menderita, tapi tidak lah kuasa untuk mengakhiri. Karena ini mungkin bukan penderitaan bagi dirinya, toh terjadi di bawah alam sadar beliau. TUHAN MAHA TAHU.

cepet sembuh mbahkung..

Keputusan saat marah : JANGAN KEBURU EMOSI! PIKIRIN BAIK-BAIK!

•February 13, 2011 • Leave a Comment

Apakah saya seorang pemarah?? YA!
Apakah saya sering mengambil keputusan saat marah?? YA!
Apakah saya sering menyesali keputusan yang saya ambil saat sedang marah? YA!

 

Marah itu bisa dibilang bentuk emosi karena ketidaksukaan, ketidaksepahaman, atau ketidakterimaan terhadap sesuatu. Mungkin hampir setiap orang pasti pernah marah. tapi bedanya, ada orang yang ketika marah ia keluarkan dengan kata-kata, ada yang marah dengan melakukan suatu perbuatan tanpa berkata-kata, ada juga yang kedua-duanya, dan bahkan ada yang tau dia sedang marah, tapi dia tetap tenang, tidak disalurkan dengan kata-kata, ataupun perbuatan. Marah yang seperti ini yang  sulit dilakukan, karena ketika kita marah, dalam diri kita terjadi suatu ketidakstabilan emosi yang hanya bisa terpuaskan dengan melakukan sesuatu seperti mengumpat, menangis, memukul, dan lain sebagainya.

Ketidakstabilan emosi tersebut yang membuat kita tidak dapat berfikir jernih. Sedangkan pada saat marah, tidak jarang kita diharuskan mengambil suatu keputusan atau kadang keputusan tersebut keluar begitu saja karena kita sedang marah. Padahal untuk mengambil suatu keputusan yang baik kita harus dalam keadaan tenang, dengan pikiran yang terfokus tanpa ada gangguan emosi. Apabila suatu keputusan yang kita buat saat marah seringkali keputusan tersebut merupakan keputusan yang sebenarnya tidak kita inginkan. Oleh karena itu, untuk membuat suatu keputusan dalam keadaan apapun, saat marah sekalipun haruslah tetap dalam keadaan tenang, jangan sampai keputusan yang kita buat menjadi keputusan yang akan kita sesali kemudian.
Bagaimana caranya untuk tenang saat marah?? Banyak. Di agama Islam diajarkan, kalo kita marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, bila masih marah, maka berbaringlah, bila masih marah, maka ambillah air wudhu, bila masih marah, maka sholatlah..(sumbernya lupa, menyusul kemudian).
Sholat membuat kita melupakan kemarahan, dan membuat kita tenang. إن شاء الله

Akh, kenapa tulisannya jadi serius gini? harusnya di sini ga ada yang namanya tulisan serius baku!
Oke, tulisan awal itu gue sebut intro, karena itulah yang sering gue alamin. Kalo dibilang gue seorang pemarah, ga juga, karena gue termasuk orang yang menganggap lucu setiap hal dan antusias terhadap suatu hal, jadi aja orang menyalah artikan bahwa gue orang yang emosional, padahal belum tentu bener.🙂 *self-defence :p
Jadi gini, beberapa hari ini gue menyaksikan seseorang yang dalam keadaan marah mengambil suatu keputusan yang gue pikir lucu, karena gue bisa menebak endingnya, kalo keputusan yang dia ambil itu akan diubah oleh dia sendiri disaat dia sudah tenang. Dan ternyata itu benar! Dari situ gue sadar, gue pernah ngalamin menjadi seperti orang itu, dengan sebuah penyesalan dari keputusan yang pernah gue buat. Dari situ juga, saatnya gue belajar untuk tidak mengulangi hal tersebut, dengan tetap berfikir jernih dan tenang untuk mengambil suatu keputusan atau melakukan suatu perbuatan disaat gue sedang emosi (baca:marah). Kalo bisa gue ringkas, ternyata cuman: Jangan keburu emosi! Pikirin baik-baik… 🙂
Berlaku untuk semua hal, inget itu adith! #talktomyself

~~~akhirnya terselesaikan juga tulisan ini, setelah beberapa hari kependem karena sibuk🙂 ~~~

Copy paste dari journal sendiri🙂

Apakah saya seorang pemarah?? YA!
Apakah saya sering mengambil keputusan saat marah?? YA!
Apakah saya sering menyesali keputusan yang saya ambil saat sedang marah? YA! 

Marah itu bisa dibilang bentuk emosi karena ketidaksukaan, ketidaksepahaman, atau ketidakterimaan terhadap sesuatu. Mungkin hampir setiap orang pasti pernah marah. tapi bedanya, ada orang yang ketika marah ia keluarkan dengan kata-kata, ada yang marah dengan melakukan suatu perbuatan tanpa berkata-kata, ada juga yang kedua-duanya, dan bahkan ada yang tau dia sedang marah, tapi dia tetap tenang, tidak disalurkan dengan kata-kata, ataupun perbuatan. Marah yang seperti ini yang  sulit dilakukan, karena ketika kita marah, dalam diri kita terjadi suatu ketidakstabilan emosi yang hanya bisa terpuaskan dengan melakukan sesuatu seperti mengumpat, menangis, memukul, dan lain sebagainya.

Ketidakstabilan emosi tersebut yang membuat kita tidak dapat berfikir jernih. Sedangkan pada saat marah, tidak jarang kita diharuskan mengambil suatu keputusan atau kadang keputusan tersebut keluar begitu saja karena kita sedang marah. Padahal untuk mengambil suatu keputusan yang baik kita harus dalam keadaan tenang, dengan pikiran yang terfokus tanpa ada gangguan emosi. Apabila suatu keputusan yang kita buat saat marah seringkali keputusan tersebut merupakan keputusan yang sebenarnya tidak kita inginkan. Oleh karena itu, untuk membuat suatu keputusan dalam keadaan apapun, saat marah sekalipun haruslah tetap dalam keadaan tenang, jangan sampai keputusan yang kita buat menjadi keputusan yang akan kita sesali kemudian.
Bagaimana caranya untuk tenang saat marah?? Banyak. Di agama Islam diajarkan, kalo kita marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, bila masih marah, maka berbaringlah, bila masih marah, maka ambillah air wudhu, bila masih marah, maka sholatlah..(sumbernya lupa, menyusul kemudian).
Sholat membuat kita melupakan kemarahan, dan membuat kita tenang. إن شاء الله

Lomba Klinik Fotografi Kompas 2011

•January 11, 2011 • Leave a Comment

Bagi yang suka foto-foto, trus karyanya mau diliat orang seantero Indonesia, silahkan ikut lomba fotografi yang diadain Kompas. Ga perlu nunggu jadi fotografer pro untuk ngirim sebuah karya ke lomba ini, cukup kirim karya foto yang sesuai dengan tema yang sedang diusung. Foto yang terpilih akan dimuat di Koran Kompas, dan dilombakan lagi pertiga bulan dengan hadiah  tiket ke Turki!

Info lengkapnya silahkan liat di koran Kompas cetak hari ini Selasa tanggal 11 Januari 2011 dihalaman 36 Klinik Fotografi. Kalo yang engga berlangganan koran Kompas cetak (seperti saya) silahkan baca di KOMPAS ePaper dihari, tanggal dan halaman yang sama dengan kompas cetak.

Tapi untuk yang belom pernah buka Kompas ePaper diharuskan mendaftar terlebih dahulu dengan memasukkan email dan kata sandi. Setelah mendapatkan email konfirmasi, silahkan login kompas epaper dengan menggunakan email dan kata sandinya. Setelah berhasil masuk, silahkan pilih untuk menggunakan Microsoft Silverlight atau Softpress premium. Setelah milih, akan tampil koran yang tertanggal hari itu, sedangkan untuk melihat koran dengan tanggal sebelumnya klik “back issuess” yang berada di bawah koran. Dan Selamat Membaca :)  Tenang, untuk baca Kompas ePaper itu GRATIS!🙂

Tema Episode 5 yaitu : Teman, Keluarga, dan Tetangga.

Have Fun🙂

 

Good Bye My Lover

•December 6, 2010 • Leave a Comment

Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
‘Cause I saw the end before we’d begun,
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.
So I took what’s mine by eternal right.
Took your soul out into the night.
It may be over but it won’t stop there,
I am here for you if you’d only care.
You touched my heart you touched my soul.
You changed my life and all my goals.
And love is blind and that I knew when,
My heart was blinded by you.
I’ve kissed your lips and held your hand.
Shared your dreams and shared your bed.
I know you well, I know your smell.
I’ve been addicted to you


Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

I am a dreamer and when I wake,
You can’t break my spirit – it’s my dreams you take.
And as you move on, remember me,
Remember us and all we used to be
I’ve seen you cry, I’ve seen you smile.
I’ve watched you sleeping for a while.
I’d be the father of your child.
I’d spend a lifetime with you.
I know your fears and you know mine.
We’ve had our doubts but now we’re fine,
And I love you, I swear that’s true.
I cannot live without you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

And I still hold your hand in mine.
In mine when I’m asleep.
And I will bare my soul in time,
When I’m kneeling at your feet.
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

I’m so hollow, baby, I’m so hollow.
I’m so, I’m so, I’m so hollow.
I’m so hollow, baby, I’m so hollow.
I’m so, I’m so, I’m so hollow.

 

 

Just had a quality time

•November 19, 2010 • Leave a Comment

timeBaru kali ini hang out bareng sahabat yang sudah saling mengenal selama 10 tahun disebut sebagai pertemuan yang berbobot atau kita bilang “quality time”. Tidak ada kesengajaan untuk membahas persoalan yang berat, karena biasanya kami menghindari hal tersebut, apabila ada yang memulai untuk itu, akan ada kata-kata “udah deh..” ataupun isyarat yang terbaca “PLEASEE..!!” dan tebak apa yang terjadi? topik pembicaraan akan berganti dengan cepatnya.
Tapi tidak untuk pertemuan kemarin sore, hal yang tidak pernah kami ingin bicarakan, mengalir begitu saja tanpa ada yang memprotes, justru didukung oleh satu sama lain.
Mungkin ini semua berawal ketika kami mulai mengeluhankan persoalan hidup masing-masing, mengeluhkan hal yang sama setiap kali bertemu. Kebosanan untuk mengeluh dan mendengar keluhan ternyata membuahkan ide-ide positif untuk ‘menjawab’ semua persolan yang kami hadapi.

Seperti halnya air yang keluar dari mata air, ide-ide itu keluar tanpa bisa dibendung. Ide-ide kami seperti halnya mimpi, mimpi yang tidak muluk, karena tersadar adanya realitas, sehingga kami hanya mampu untuk bermimpi sederhana, tapi bagi kami mimpi sederhana itu bagaikan asa yang membuat kami lebih bersemangat untuk hidup! itu yang benar-benar kami rasakan kemarin.🙂

Setelah pertemuan kemarin, ternyata untuk mendapatkan quality time itu tidak saja didapat pada saat rapat, ataupun dipertemuan-pertemuan formal, tetapi bisa terjadi pada saat kita hang out bersama teman di tempat publik, dengan waktu yang tidak ditentukan, yang biasanya hanya untuk canda tawa sesuatu yang tidak berbobot bahkan lebih banyak dihabiskan untuk ngomongin orang sekitar ternyata disaat itu ada yang namanya quality time.

Semoga saja, quality time masih bisa dirasakan pada pertemuan-pertemuan selanjutnya🙂